Selasa, 08 Oktober 2019

ARTIKEL LATAH OLEH TRI HARTONO

GANGGUAN LATAH
Oleh
Tri Hartono
A1D117024
trihrtn23@gmail.com


Gangguan berbicara seperti latah pada saat ini menjadi hal yang sangat menarik untuk dikaji lebih dalam oleh ilmuwan baik dari bidang psikologi, kebahasaan dan kedokteran selain itu gangguan berbicara yang menjadi perhatian lainnya seperti gangguan artikulasi, suara dan kefasihan. Namun pada artikel ini penulis hanya ingin membahas salah satu gangguan kebahasaan yaitu latah.
Latah adalah suatuu tindak kebahasaan saat seseorang, waktu terkejut atau dikejutkan, mengeluarkan kata secara spontan dan tidak sadar dengan apa yang dikatakan (Dardjowidjojo, 2005:154)
Latah adalah suatu bentuk ekspresi kaget (terkejut) yang disebabkan oleh sebuah rangsangan yang tiba-tiba dengan diikuti oleh kata-kata (echolalia) ataupun sebuah gerakan (echophraxia). Latah atau ekolalia ditandai dengan perilaku membeo atau menirukan ucapan oeang lain.
Menurut tim penyusun kamus pusat bahasa (2003), latah berarti :
Menderita sakit saraf dengan suka meniru-niru perbuatan atau ucapan orang lain.
Berkelakuan seperti orang gila, misalnya karena permasalahan pribadi.
Meniru-niru sikap, perbuatan, atau kebiasaan orang atau bangsa lain
Mengeluarkan kata-kata yang tidak senonoh/jorok.
Secara umum terdapat empat jenis latah diantaranya :
Ekolalia, yaitu latah dengan mengulangi perkataan orang lain
Ekopraksia, yaitu latah dalam bentuk meniru gerakan orang lain.
Koprolalia, yaitu latah dengan mengucapkan kata-kata tabu atau kotor.
Automatic obedience, yaitu melaksanakan perintah secara spontan pada saat terkejut.
Menurut Dardjiwidjojo, latah memiliki cirri-ciri sebagai berikut :
Latah hanya terdapat di asia tenggara
Pelakunya hampir selalu wanita
Kata-kata yang dikeluarkan umumnya berkaitan dengan seks atau alat kelamin pria
Kalau kejutannya berupa kata, orang yang latah juga bisa hanya mengulang kata yang telah disebutkan.
Penyandang latah seringkali dikucilkan karena dianggap telah menyimpang dari budaya yang lembut, sopan dan penuh basa basi. Kevulgaran ekspresi pelaku latah dianggap sebagai penyimpangan budaya.
Solusi penyembuhannya, Seperti layaknya penyakit yang lain, cara menyembuhkan latah juga harus diketahui apa penyebabnya. Perlu dilakukan konseling untuk mengetahui apa pangkal permasalahannya, kemudian mencari cara untuk menyembuhkannya.
Salah satu cara menyembuhkan latah adalah dengan hipnoterapi, yaitu terapi yang dilakukan dalam keadaan hipnosis. Keadaan hypnosis adalah kondisi relaksasi pikiran yang disertai relaksasi tubuh. Dalam keadaan hypnosis pikiran menjadi lebih rileks dan lebih siap terhadap perubahan. Dalam keadaan hypnosis terjadi penurunan gelombang otak dari yang dominan gelombang beta menjadi gelombang alfatauteta. Dalam hipnoterapi yang harus dilakukan adalah sekali terapi selama 1-2 jam, maka kebiasaan latah sudah hilang sepenuhnya. Karena dengan hipnoterapi dapat langsung menjangkau sumber kebiasaan latah, yaitu pikiran bawah sadar. Cara ini bisa merubah perilaku kebiasaan latah yang tertanam di pikiran bawah sadar. Selain itu, juga akan member sugesti agar seseorang tetap tenang ketika mengalami peristiwa yang mengagetkan.


DAFTAR PUSTAKA

Indah, R.N.2017.Gangguan Berbahasa Kajian Pengantar. Malang: Uin Maliki Press
Pamungkas, S, dkk. 2017. Menafsir Perilaku Latah Corpolalia pada Perempuan Latah dalam Lingkup Budaya Mataraman: Sebuah Kajian Sosiopsikolinguistik. Diaksesdari: https://e-journal.unair.ac.id/MOZAIK/article/download/5752/pdf
Prihartono, W.2018. Identifikasi Tuturan Latah: Pendekatan Fonetik Akustik. Diaksesdari: http://repository.uin-malang.ac.id/1296/6/1296.pdf
Sumantri, M.A.2013. Penyebab Latah dan Cara Menyembuhkannya. Diaksesdari: https://suarausu.co/penyebab-latah-dan-cara-menyembuhkannya/

Rabu, 10 Oktober 2018

MATERI 5 HAKIKAT BERBICARA


Hakikat berbicara

Berbicara secara umum dapat diartikan suatu penyampaian maksud(ide,pikiran,isi hati) seseorang kepada orang lain dengan menggunakan bahasa lisan sehingga maksud tersebut dapat diperoleh oleh orang lain. (Depdibud, 19843/1985:7)
Pada saat berbicara seseorang memanfaatkan:
1.      Faktor fisik, yaitu alat ucap untuk menghasilkan bunyi.
2.      Faktor psikologis, yaitu stabilitas emosi dari seseorang akan berpengaruh terhadap keruntutan bahan pembicaraan.
3.      Faktor neurologis, yaitu jaringan saraf dan organ tubuh yang ikut dalam aktifitas berbicara.
4.      Faktor sematik, berhubungan dengan kemampuan menggunakan kata-kata.
5.      Faktor linguistik, yang berkaitan dengan struktur bahasa yang baik dan benar.

MATERI 4 Refleksi Praktik Keterampilan menyimak


REFLEKSI PRAKTIK KETERAMPILAN MENYIMAK

Pengunaan media belajar gambar dengan mengangkat tema makanan lima sehat empat sempurna sangatlah menarik kelompok yang tampil mampu menarik perhatian melalui pemaparan materi dengan bantuan media yang dibuat, audiens juga ikut berpartisipasi secara langsung dalam kegiatan praktik keterampilan menyimak yang disajikan oleh kelompok yang tampil. Namun terdapat sedikit kelemahan yaitu tidak kondusif nya situasi kelas karena audiens cenderung terbawa suasana sehingga menghasilkan suatu secara berisik yang mengganggu.

MATERI 3 STRATEGI PEMBELAJARAN KETERAMPILAN MENYIMAK DI SEKOLAH DASAR

STRATEGI PEMBELAJARAN KETERAMPILAN MENYIMAK DI SEKOLAH DASAR

1. STRATEGI PEMBELAJARAN MENYIMAK
        Strategi spesifik yang dapat membantu pemahaman proses pokok yang mendasari proses mendengarkan, sehingga mereka dapat mengasumsikan contoh pembelajaran yang lebih baik. diantara strategi lain yang dapat diajarkan adalah memprediksi serta mendengar selektif.

2. MENYIMAK DALAM PENGAJARAN BAHASA : DAVID NUNAN
        mendengar adalah mengasumsikan kepentingan yang jauh lebih baik dalam kelas kelas bahasa asing, menurut pandangan ini. unit forum dibaca dan dihubungkan bersama untuk membentuk kata kata yang dihubungkan bersama untuk membentuk frasa, frasa membentuk ungkapan dan ungkapan dibentuk menjadi teks lengkap.

3. HASIL PEMBELAJARAN LISTENING : JOHN FIELD
       format standar pelajaran menyimak yang berkembang pada saat ini yaitu :

  • Pre Listening, mengajarkan terlebih dahulu kosa kata yang terdapat dalam bahasan.
  • Listening, ekstensif listening (diikuti dengan pertanyaan umum penetapan konten). intensif listening (diikuti oleh pertanyaan kompetensi yang mendetail)
  • Post listening, menganalisis bahasa teks
4. MENYIMAK DI KEHIDUPAN NYATA
      Menyimak dengan penggunaan alat pencipta waktu, alat tersebut digunakan untuk menumbuhkan waktu, alat tersebut digunakan untuk menumbuhkan waktu bagi pembicara sehingga dia dapat menyusun apa yang dikatakan selanjutnya pada pidato spontan. perbedaan mendengar dengan menyimak yaitu mendengar adalah suatu aktivitas yang dilakukan secara tidak sengaja, apapun bunyi yang ada di sekitar pendengar pasti dapat didengar. sedangkan menyimak adalah suatu aktivitas yang disengaja sehingga kita dapat menerima informasi secara detail.

Minggu, 16 September 2018

MATERI 2 KEMAMPUAN BERBAHASA MENYIMAK


KEMAMPUAN BERBAHASA MENYIMAK

Menyimak adalah suatu proses mendengarkan lambang-lambang lisan dengan penuh perhatian, pemahaman apresiasi serta interpretasi untuk memperoleh informasi dan menangkap isi atau pesan serta memahami makna komunikasi yang telah disampaikan oleh pembicara melalui bahasa lisan.
1.      Menyimak sebagai suatu proses
Para ahli mengelompokkan menjadi lima tahapan diantaranya :
a.       Tahap mendengar
b.      Tahap memahami
c.       Tahap menginterpretasi
d.      Tahap mengevaluasi
e.       Tahap menanggapi

2.      Jenis-jenis menyimak
a.       Menyimak ekstensif.
Menyimak ekstensif merupakan kegiatan menyimak yang berhubungan dengan hal-hal yang bersifat umum dan tidak diperlukan bimbingan langsung dari seorang guru. Dalam menyimak ekstensif terdapat tiga jenis menyimak yaitu menyimak pasif, menyimak sekunder, dan menyimak estetis.
b.      Menyimak intensif.
Menyimak intensif merupakan suatu kegiatan yang bertolak belakang dengan menyimak ekstensif. kegiatan menyimak ini dilakukan dengan sungguh-sungguh dan  penuh konsentrasi untuk menangkap makna dan informasi yang dikehendaki, dan terjadi tidak dengan kebetulan melainkan keinginan sendiri untuk menyimak. Dalam menyimak intensif terdapat lima jenis menyimak yaitu menyimak kritis, konsentratif, kreatif, eksploratif dan introgatif.

MATERI 1 HAKIKAT KETERAMPILAN BERBAHASA

Nama       : Tri Hartono
Nim         : A1D117024
Kelas        : R001
Semester    : 3

Hakikat keterampilan berbahasa
Keterampilan berbahasa adalah kemampuan dan kecekatan menggunakan bahasa yang dapat meliputi mendengar, atau menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Keterampilan berbahasa bermanfaat dalam melakukan interaksi komunikasi didalam kehidupan bermasyarakat. Keterampilan berbahasa yang benar yaitu sesuai dengan aturan EYD atau ejaan yang disempurnakan sesuai dengan peraturan menteri no 55 tahun 2015 tentang ejaan berbahasa Indonesia.
1. Hubungan berbicara dengan menyimak menurut Brooks merupakan kegiatan komunikasi dua arah yang bersifat langsung.
2. Hubungan menyimak dengan membaca yang keduanya bersifat respektif dan menerima tetapi bedanya yaitu menyimak menerima informasi dari sumber lisan sedangkan membaca dari sumber tulisan.
3. Hubungan membaca dengan menulis yaitu seseorang membaca berguna untuk memahami gagasan, perasaan dan informasi yang disajikan dalam bentuk tulisan.
4. Hubungan menulis den berbicara, kedua keterampilan itu bersifat produktif yang berguna untuk menyampaikan informasi.



Kemampuan berbahasa menyimak
Menyimak adalah suatu proses mendengarkan lambang-lambang lisan dengan penuh perhatian, pemahaman, apresiasi serta interoresentasi untuk memperoleh informasi, menangkap isi atau pesan serta memahami makna komunikasi yang telah disampaikan oleh pembicara melalui ujaran atau bahasa lisan.
1. Menyimak sebagai suatu proses
Ada beberapa tahapan yaitu :
a. Tahapan mendengar
b.  Tahapan memahami
c.  Tahapan menginterpretasi
d. Tahapan mengevaluasi
e.  Tahapan menanggapi
2. Jenis-jenis menyimak
a. Menyimak ekstensif merupakan kegiatan menyimak yang berhubungan dengan hal-hal yang bersifat umum dan tidak dipelukan bimbingan langsung dari seorang guru. Dalam menyimak ekstensif terdapat tiga jenis yaitu menyimak sekunder, pasif dan estetis.
b.  Menyimak intensif merupakan suatu kegiatan yang berbeda atau bertolak belakang dengan menyimak ekstensif. Didalam menyimak intensif terdapat tiga jenis yaitu menyimak kritis, konstruktif, dan kreatif.